Pesan Yang Tertunda
Ada pesan yang sengaja tidak pernah dikirim, bukan karena tidak ingin sampai, tetapi karena orang yang menulisnya terlalu takut mengetahui apa yang akan terjadi setelah pesan itu dibaca. Namaku Raka. Dan pesan itu sudah tersimpan di ponselku selama hampir lima tahun. Aku menemukannya lagi pada suatu malam ketika sedang membersihkan file-file lama. Sebuah percakapan yang sebenarnya sudah lama kulupakan muncul di antara ratusan pesan yang tidak pernah kubuka lagi. Nama pengirimnya membuat jariku berhenti. “Naya.” Aku menatap layar cukup lama. Pesan terakhir darinya hanya terdiri dari satu kalimat. “Kalau suatu hari nanti kita bertemu lagi, semoga kita masih saling mengenal.” Pesan itu dikirim pukul 23.47, pada tanggal yang bahkan masih kuingat dengan jelas. Malam sebelum Naya pindah ke kota lain. Aku seharusnya membalasnya waktu itu. Tapi aku tidak pernah melakukannya. Bukan karena tidak peduli. Justru karena terlalu peduli. Waktu itu kami sama-sama berusia ...